Jumat, 21 Oktober 2011

Istana Kehidupan Cinta Kita Berdua


Ikhlaskah Adik, jika terpaksa harus menunggu Abang.
Abang yang sedang menempuh ujian-ujian kemapanan.
Harapan Adik dalam doa agar Abang dapat membawa Adik pada kegemilangan.
Sketsa hidup biarlah Abang  yang buat, sedang Adik silahkan penuhi warna-warna goresan Abang nanti.
Pada hidup Abang dan Adik, Abang nak membangun istana sederhana agar Adik nyaman tinggal di dalamnya.
Yang akan  kita isi dengan perabotan-perabotan cinta, kasih sayang, tawa canda, emosi, ambisi dan nafsu kita berdua.
Telah Abang bangun pula cita-cita Abang agar berdiri pula surau pada istananya yang sunyi yang akan kita isi dengan ibadah kita bersama-sama.
Yang pada halamannya kan di isi kolam-kolam yang penuh ikan-ikan yang berwarna merah dan emas.
Yang  pada halamannya kita tanami tanaman-tanaman yang dapat kita petik buahnya, pada dikemudian musim.
Saat fajar Adik buatkan Abang secangkir kopi kesayangan, dan kemudian duduklah kita berdua saling berbincang di pelataran istana kita.
Dan pada malam-malam hari kita tunaikan nafsu kita berdua di atas ranjang empuk dengan penuh peluh dan cinta.
Karena Adik hidup Abang sukar untuk kalah, sukar untuk bersusah hati. Dan terciptalah kesempurnaan hidup.