hidup ini setiap harinya selalu dihabiskan dibawah canopy langit yang sama, hingga kita tanpa sadar hidup satu atap dengan yang lainnya..
Minggu, 24 Juni 2012
Yaampun Aku Lupaaa.. !
Sampai saat ini aku belum juga menulis tentang cerita perasaan aku pada Jabluk, Bacul, Obet, Mpi, Lukman, Lyla, Firman.serta almukarom lainnya. maaf, nanti akan aku buatkan dengan penuh rasa yang mendalam.
Sukses itu untuk saat ini, bukan untuk masa depan!
Sukses itu bagi
saya, Kebahagiaan dalam hidup di dunia dan akherat,
Ketenangan hati
dan pikiran,
Serta
kesejahteraan dalam sandang pangan dan papan.
Jadi parameter
sukses sebenarnya bukan hanya urusan materi semata
khawatirnya dia
yang terlalu sibuk diperbudak oleh pekerjaan tidak pernah mendapatkan waktu
luang untuk bercanda dengan keluarga, anak cucu, bercengkrama mesra dengan istri dan lupa
dengan Sang Pencipta. Buat Apa?!
Aku Mau Berkerja, Berkarya, dan Redah Hati
Aku tidak memilih untuk menjadi pekerja ini ataupun itu.
Hanya saja bila dikehendaki oleh Nya, Aku ingin menciptakan
karya setiap harinya, Karya apapun itu.
Berbuat baik terhadap sesama ciptaan-Nya juga merupakan
karya.
hati yang mampu berkarya mengajak pikiran, tangan, kaki,
mulut, mata dan telinga
untuk membawa hidup dalam syukur, berbagi dan mencintai.
Ketika seseorang bertanya padamu tentang harta yang kau
miliki, jawablah dengan jujur.
Sikap rendah hati merupakan nilai tambah setelah kau berkata
jujur.
Jangan berkata bohong yang seolah-olah itu cara untuk
bersikap rendah hati.
Sebab, berbohong dengan berkata kalau itu bukan milik mu
agar kau terlihat rendah hati, nyatanya itu justru kesombongan.
BERADU KOMEN DALAM FACEBOOK DENGAN CARA PUISI : KHAIRIZAL ANWAR
Kini aku beratapkan tenda kusam, aku berharap cahaya fajar
yang menyilaukan datang, menjamah hangat tenda ku dengan lembut mesra, Ooh..
bunga terkasih dirimulah yang aku puja laksana ratu pagi yang hangat merangkul
bumi. Bagi ku kau bukan saja bunga biasa yang mereka sebut mawar, yang harum elok
dan baunya sesaat berselang kemudian kan
layu. Kau adalah edelweis, bunga keabadian itu, elok rupanya dan baunya kan tetap sama sejak saat
pertama bertemu dan akan tetap sama hingga tua nanti. Waahh.. ingin sekali
aku jilati bau tubuh mu.
Diri ku lemas, malam ini aku berkeluh kesah melihat
perempuan istana yang dikawal ribuan pasang mata. Sorot mata penuh curiga menghakimi kedatangan ku pada
jamuan pesta mu. Raja yang bersanding acuh tak acuh, tak persilahkan aku
berbicara, malam ini aku bisu, jamuan – jamuan yang tersaji terasa pahit dalam
mulut ku dan mual dalam lambung ku. Biar aku sudra biar aku bisu, namun hati ku
tetap mampu berbicara manis tentang cinta untuk mu.
Aku takkan pernah letih mencari perempuan yang
fitri dalam tingkah dan ucap. Melihat pada kenyataan yang pahit tentang cinta
memang terkadang membuat ku gusar, akan tetapi bukankah cinta memang begitu
adanya. Terlihat sangat megah dan flamboyan sementara sayap-sayap pisau
tersembunyi dibalik tabir lakonnya, siap untuk menyayat. Permukaan bumi yang
mana yang tak terlihat warna aslinya ketika mentari menyinarinya, warna-warna
mereka kan terlihat aslinya, hijaunya gunung birunya laut. Sementara yang
benar-benar hitam tak kan dapat menyamar dan berpura-pura menjadi hijau atau
biru seperti saat malam. Begitupun warna cinta yang kan kita dijalani akan
terlihat sesungguhnya oleh waktu.
Telah banyak kata-kataku yang tumpah di taman
kota, bersamamu aku hanya bisa berkata lepas dalam canda. Pesona mu terlalu
dahsyat untuk aku redam. Kalimah sakti ku terdengar parau di telinga mu dan
sangsi dalam hatimu. Hingga membuat air sungai yang jernih berubah menjadi
cemar. aku kira perangaimu tanpa pernah berpura-pura. Dalamnya hati wanita
terlalu sulit untuk aku selami dan aku pahami. Aku akui.. Aku kalah, aku menyerah. Kini aku
harus pulang kembali.
Potret – potret mu masih tersimpan rapi dalam album biografi
perjalanan hidup ku, mengingat itu semua aku rindu, ingatkah ketika senja aku
ajak kau pada sebuah dermaga yang beralas dan berbatas jati, angin la nina
menerpa keras pada rambut hitam panjang mu, dan
aku menyingkap rambut – rambut liar yang menutupi wajah dan telinga mu, lalu ku bisikan ke telinga mu “ Aku tulus menyayangi mu”.
Bila rasa rindu menyergap mu, maka singgahlah ke rumah ku,
yang dinding –dindingnya penuh bertuliskan puisi tentang mu. Bila benar
datangnya hadir mu ke rumah ku, maka jamuan yang mana yang teristimewa kan ku suguhkan untuk mu, lantas
berbincanglah kita didepan balkon dengan saling pandang, dan aku tuangkan teh dari
teko tanah liat ke cangkir mu. Aku pun rindu hadirmu yang seperti itu, aku akan
selalu menunggu mu datang kesini, kerumah ku dengan banyak rindu.
Kabar haru dari mu terdengar sakit ditelinga ku, aku kira
hari – hari mu sudah dihiasi senyuman yang mengembang dengan pangeran pilihan
ibu mu itu. Kini sudah 42 tahun bersilam, aku masih saja menulis puisi yang
semakin memenuhi dinding rumah ku ini, namun cerita tentang mu belum juga berkesudahan untuk aku tulis. Di
kursi goyang yang menopang tubuh renta ku, aku masih mengharap hadir mu, selalu
ku harap, meski kau datang hanya menaruh seikat bunga diatas pusara ku.
Kenapa Obsesi mu tak ada bung, terlihat kering
sekali seperti pelepah kelapa yang merunduk dan mati, sementara beringin di
sampingmu sangat rimbun daunnya. Wajah mu seperti pejalan kaki yg cemar oleh
debu trotoar. Wah.. Kau begitu kusam, segarkanlah dirimu dahulu di sungai yg
mengalir jernih. Sungguh aku benar-benar bersusah hati melihat banyak pujangga
yang linglung dan kusut seperti serabut. Mampu berbicara banyak dengan pena,
namun diam membisu ketika berhadapan dengan perempuan idamannya. Getarannya
memang merusak fungsi logika dan pancarannya merupakan maghnit yang merekatkan
bibir. Ohh.. aku bukanlah sama dengan pujangga seperti itu, namun aku juga
belum benar-benar dapat berbeda dengan mereka.
Namun itulah sikap mu, menjerumuskan dirimu
pada hisapan yang dalam, mengharapkan dapat balasan bahagia. Kau tentu ingat
bahwa mawar itu berduri dan akan layu termakan waktu. aku belum kalah, kamu
belum kalah, kita semua belum kalah. Pertarungan cinta terlalu rimba aturannya,
tidak pula melulu dilakukan dengan cara-cara yang logis.
Langganan:
Postingan (Atom)