Senin, 04 Juli 2011

diam sendiri = berpikir

sering sekali ketika sepi atau dilema aku menjalani begini
duduk sendiri tanpa lawan bicara
di dalam kamar, di depan pintu, di pelataran atau pergi ke suatu tempat sendiri.
disaat itu juga aku merasa melakukan perbincangan hebat dalam fikiran ku
yang terangkum dalam dialog itu sebenarnya adalah perkataan otak dan hati ku sendiri
proses sederhana ini biasanya membuahkan hasil pemikiran baru tanpa campur tangan orang lain
banyak filosofi - filosofi baru yang ku buat dan tidak untuk dipublish
banyak khayalan - khayalan keren yang ku dapat
dan banyak juga perang - perang pemikiran yang ku buat sendiri alurnya
pada saat itu aku menganggap bahwa aku sedang dalam fase pematangan pola pikir ku.

obsesi asal ingat syukur

Jangan membebani hidup dengan target - target
Karena target membuat hidup seperti berlomba
Penuh persiapan, penuh latihan dan penuh strategi
Jika target tercapai mungkin ada kepuasan sementara sebelum menjalani target selanjutnya
Tapi jika target gagal maka hanya menjadi beban fikiran dan beban perasaan kecewa
Alangkah menyenangkannya bila hidup dijalani mengalir apa adanya
Dengan begitu hidup serasa berwisata
Yang ada hanya ketakjuban karena kita mengalami hal yang tak pernah direncanakan
Apabila dengan itu hidup terasa banyak penghalang yang tak terduga
Maka anggap saja kita sedang wisata adventure yang menantang kita tetap survive
*sebenarnya tidak penting harus menjalani hidup dengan target atau mengalir apa adanya, yang terpenting adalah kita menjalani apa yang menjadi kewajiban kita, jangan rakus obsesi sehingga kita lupa bersyukur.