aku bosan dengan kebisingan
kalian bercanda dan tertawa tanpa henti sampai mulut berbusa
berisik..! aku butuh tenang!
makanlah semua omongan kalian.
pergi jauh-jauh dari tempat ku.
aku ingin menyendiri!
hidup ini setiap harinya selalu dihabiskan dibawah canopy langit yang sama, hingga kita tanpa sadar hidup satu atap dengan yang lainnya..
Selasa, 20 Desember 2011
Sang Gladiator
aku mengerti mencintaimu berarti siap menjadi korban
melesatkan anak panah-anak panah kecemburuan yang menikam
dari singgahsana cintamu, alur cerita itu kau atur
delapan kesatria bertarung memamerkan kebolehan
ratu tetap saja diam dengan hidangan yang dituang
buah-buah syurga sebagai upeti tak menjatuhkan simpati pada siapa
aku tancapkan pedang dewa cinta di lapang pertarungan
aku adalah sang pangeran sayembara yang berjuang tenang dan diam-diam
mungkin ratu ingin melepas dahaga dari suguhan darah pemberian pemenang
tunaikanlah pilihan, hingga menjadi sejarah dan kisah ini berkesudahan.
melesatkan anak panah-anak panah kecemburuan yang menikam
dari singgahsana cintamu, alur cerita itu kau atur
delapan kesatria bertarung memamerkan kebolehan
ratu tetap saja diam dengan hidangan yang dituang
buah-buah syurga sebagai upeti tak menjatuhkan simpati pada siapa
aku tancapkan pedang dewa cinta di lapang pertarungan
aku adalah sang pangeran sayembara yang berjuang tenang dan diam-diam
mungkin ratu ingin melepas dahaga dari suguhan darah pemberian pemenang
tunaikanlah pilihan, hingga menjadi sejarah dan kisah ini berkesudahan.
Jumat, 25 November 2011
Anissa Permatasari
Prolog>>
Anissa
permatasari, saya hafal nama panjangnya sejak saat dimana dia “datang”
menghampiri kehidupan ku. Aku memanggilnya nisha, anak perempuan umur 20an
sejak dia datang ke Bandung, kota dimana saya sedang menempuh pendidikan tingkat
perguruan tinggi. Disini pula, di Bandung dia menjalankan niat yang sama
seperti saya. Sejak setelah 3 tahun setelah saya “menetap” di Bandung, nisha
menelepon saya pada suatu malam untuk menanyakan informasi-informasi tentang
perguruan tinggi saya, dari situ saya tahu kalau dia ingin melanjutkan S1 di
perguruan tinggi yang sama dengan saya, setelah sebelumnya dia menyelesaikan
studi D3 nya di perguruan tinggi di Jakarta. Entah darimana dia tahu nomer
kontak saya, namun yang jelas nisha perempuan yang sudah saya kenal sebelumnya,
karena kami dulunya memang satu sekolah walaupun tak pernah satu kelas,
sehingga tak begitu akrab saat itu.
Sejalan
dengan waktu, setelah beberapa bulan nisha “resmi” menetap juga di Bandung
seperti saya, akhirnya kami bertemu pada kali pertama di Bandung. Saat itu
bulan ramadhan kita buka puasa bersama di tempat makan pinggiran jalan simpang Dago
Bandung. Setelah itu banyak lagi pertemuan - pertemuan kita yang terangkum
dalam kisah cerita. Akhir cerita, nisha lulus dan diwisuda lebih dahulu dari ku
setelah dua tahun hidup dengan “nasib” di kota persinggahan yang sama.
Testimonial>>
Nisha,
dalam “penglihatan ku” merupakan perempuan yang banyak memiliki “warna”
kehidupannya sendiri. Perempuan yang bersahaja dalam tingkah pada orang - orang
yang menjadi temannya. Perempuan yang mengerti bagaimana cara memperlakukan teman
- temannya sehingga nyaman dengannya. Perempuan yang selalu telihat ceria dan
memberikan keceriaan bagi orang-orang didekatnya. Perempuan yang sangat perhatian
dengan orang-orang yang berada di samping hidupnya. Perempuan sederhana yang
berlaku dengan apa adanya tanpa perlu berpura-pura. Hingga aku pun melihatnya
sebagai teman yang istimewa.
Anissa, kini kau
telah menjelma menjadi perempuan dewasa.
Kemandirian dalam
hidup kini telah kau ciptakan sendiri.
Perempuan berjilbab
cantik kini telah menemui jalannya sendiri.
Yang setia
mendampingi kau kini adalah guru - guru dari ilmu dan pengalaman mu dahulu.
Janganlah semangat
mu patah dalam kerasnya renda - renda kehidupan yang kau jalani.
Bila nanti kau
berhadapan pada sebuah persimpangan dalam hidup mu, janganlah itu membuat mu
ragu, janganlah itu membuat mu takut.
Karena aku
mengenal mu sebagai perempuan tegar, jadi ku mohon jangan bersedih.
Sebab, yakinlah bahwa
Tuhan selalu ada dimana kau berada.
Kenanglah sejarah-sejarah
hidup mu yang dahulu, yang nakal maupun yang santun. Agar kau kenang pula
tokoh-tokoh yang ada di dalamnya.
Dan kini ku
sertakan nama mu dalam doa, semoga kamu disana baik - baik saja.
Jadilah perempuan besar, bagai ratu adil yang hidup nyaman dalam istana serta dekat dengan rakyat -rakyatnya.
Jadilah perempuan besar, bagai ratu adil yang hidup nyaman dalam istana serta dekat dengan rakyat -rakyatnya.
Rabu, 23 November 2011
Unek-unek
Untuk mister “X”, saya banyak dengar gurauan anda yang
membuat kelompok diskusi anda tertawa sebagai penghargaan atas usaha lelucon
anda, anda bersikap seakan semua urusan itu mudah. Banyak juga anggota dari
kelompok anda yang “bermasalah” dalam aturan-aturan main anda. Saya salah
satunya, sebagai actor yang bermasalah saya banyak mangkir “kabur”
kesana-kemari mencari tempat peraduan ataupun motifasi dari pikah lain untuk
menghadapi penghakiman anda. Tidak ada rahasia bahwa kami orang-orang yang
terhakimi dari aturan anda merasa takut untuk berhadapan langsung dengan anda,
untuk mendengar ceramah-ceramah dari anda, terlebih lagi ancaman yang membuat
mental kami seperti karet, gampang melar dan gampang mengkerut. Mungkin itu
metode anda untuk membuat kami sadar bahwa jalan satu-satunya untuk menyadari
kami para terdakwa adalah dengan mengancam ataupun menakut-nakuti kami.
Beruntung bagi yang bermental “baja” seperti saya, mental saya malah menjadi
kuat dan tahan banting dengan ancaman anda, tapi betapa teragisnya
individu-individu yang tak tahan mental, mental mereka bukan jadi berkembang
tapi justru malah menjadi “kerdil”. Kami ini butuh dukungan moril dari anda
bukan ancaman. Maka maklum sajalah bila yang terjadi sekarang anggota-anggota
dari tim anda yang bermasalah tak ada perkembangan atau progress dari
aturan-aturan anda tapi malah menghilang dari hadapan anda. Mungkin saya harus
memberikan pesan ini langsung kepada anda bahwa treatment anda itu SALAH,
baiknya anda perbaiki lagi metode pendekatan persuasife anda kepada
anggota-anggota anda yang bermasalah. Tugas saya disini yang berlaku sebagai
anggota adalah mengerti karakter pemimpinnya, sedangkan anda sebagai pemimpin
hendak pula mengerti dengan karakter angota-anggotanya. Sekian terima kasih.
Jumat, 11 November 2011
alasan mondar-mandir
dosen bilang aku kurang jago melobi.
gimana mau kerja nanti?, dosen juga sama, manusia.
baiknya kau beri mereka upeti.
ya, sekarang silakan keluar ruangan.
gimana mau kerja nanti?, dosen juga sama, manusia.
baiknya kau beri mereka upeti.
ya, sekarang silakan keluar ruangan.
Jumat, 21 Oktober 2011
Istana Kehidupan Cinta Kita Berdua
Ikhlaskah Adik, jika terpaksa harus
menunggu Abang.
Abang yang sedang menempuh
ujian-ujian kemapanan.
Harapan Adik dalam doa agar Abang
dapat membawa Adik pada kegemilangan.
Sketsa hidup biarlah Abang yang buat, sedang Adik silahkan penuhi
warna-warna goresan Abang nanti.
Pada hidup Abang dan Adik, Abang nak membangun istana sederhana
agar Adik nyaman tinggal di dalamnya.
Yang akan kita isi dengan perabotan-perabotan cinta,
kasih sayang, tawa canda, emosi, ambisi dan nafsu kita berdua.
Telah Abang bangun pula cita-cita
Abang agar berdiri pula surau pada istananya yang sunyi yang akan kita isi
dengan ibadah kita bersama-sama.
Yang pada halamannya kan di isi
kolam-kolam yang penuh ikan-ikan yang berwarna merah dan emas.
Yang pada halamannya kita tanami tanaman-tanaman yang
dapat kita petik buahnya, pada dikemudian musim.
Saat fajar Adik buatkan Abang
secangkir kopi kesayangan, dan kemudian duduklah kita berdua saling berbincang di
pelataran istana kita.
Dan pada malam-malam hari kita
tunaikan nafsu kita berdua di atas ranjang empuk dengan penuh peluh dan cinta.
Karena Adik hidup Abang sukar untuk
kalah, sukar untuk bersusah hati. Dan terciptalah kesempurnaan hidup.
Selasa, 27 September 2011
banyak yang bingung dan yang jenuh!
hidup aku, teman-teman ku, atau mereka yang tak kenal sayapun sepertinya sama saja, banyak yang bingung. mari saya uraikan sedikit cerita yang tidak menarik sepertinya. aku lihat di kampus, di kosan, di tempat nongkrong atau tempat makan sekalipun akhir-akhir ini berbicara hal yang kita anggap menjemukan. Golongan pertama teman-teman saya yang sudah kerja menceritakan lelahnya bekerja seakan waktu di renggut oleh ego nya perusahaan ego nya pekerjaan yang tak habis-habisnya walau dikerjakan setiap hari, minggu, bahkan bertahun-tahun mungkin. Golongan kedua teman-teman saya yang sudah lulus menjadi seorang sarjana dari kampus-kampusnya mereka bercerita bingung dan jemunya melamar pekerjaan sana-sini di perusahaan yang membuka lowongan namun tak memilih mereka untuk menjadi pegawainya, sedangkan syarat dan ketentuan dalam lowongan kerja mereka cukupi, hingga pada tahan interview mereka lakukan dengan performance yang maksimal tetap saja tak memberi kesempatan untuk mereka bekerja di perusaannya. Golongan ketiga adalah mereka yang belum lulus dari kampus, golongan ini adalah golongan yang saya alami sekarang, keluh kesah kami dalam menempuh syarat sarjana yang belum juga kunjung terlaksana, kita bercerita tentang revisi-revisi draft skripsi yang tak juga di acc oleh pembimbing kami, sepertinya peribahasa "tak ada gading yang tak retak" hanya jadi momok yang tak diindahkan untuk urusan ini. saya paham bahwa setiap tingkatan hidup ini selalu menemukan kejenuhan dan kebingungan, bahwa kita dituntut untuk tetap dapat survive dalam setiap keadaan, bukan lari atau kabur dari persoalan tapi harus dapat menemukan jalan keluarnya. kesempatan selalu ada untuk kita keluar dari masalah, cari dan ambilah kesempatan itu maka kita akan dapat tersenyum senang pada akhirnya.
Selasa, 02 Agustus 2011
malam-malam di pinggir jalan aku sendiri
tepat malam minggu sepulang ku dari bandung kota, aku menyempatkan untuk menikmati suasana di pinggir jalan.
disini aku duduk bersila sendiri, tanpa lawan bicara
berlesehan dipinggir trotoar sebuah warung angkringan di jalan satu arah jatinangor
sudah sejak sejam yang lalu aku menikmatinya dengan segelas wedang kopi susu, rokok, dan lagu-lagu eddie vidder dari handphone butut ku.
ditikar sebelah sekumpulan muda-mudi pengemudi vespa yang asik bercengkrama sesama kawannya.
sesekali lampu kendaraan yang melintas dari arah barat cukup memeriahkan jalan di hadapan ku.
kini sudah jam 11 malam, rokok ku telah habis,juga gelas ku wedang ku tinggal tersisa ampas kopi saja. saatnya aku dipersilakan untuk membayar dan pulang kekosan.
disini aku duduk bersila sendiri, tanpa lawan bicara
berlesehan dipinggir trotoar sebuah warung angkringan di jalan satu arah jatinangor
sudah sejak sejam yang lalu aku menikmatinya dengan segelas wedang kopi susu, rokok, dan lagu-lagu eddie vidder dari handphone butut ku.
ditikar sebelah sekumpulan muda-mudi pengemudi vespa yang asik bercengkrama sesama kawannya.
sesekali lampu kendaraan yang melintas dari arah barat cukup memeriahkan jalan di hadapan ku.
kini sudah jam 11 malam, rokok ku telah habis,juga gelas ku wedang ku tinggal tersisa ampas kopi saja. saatnya aku dipersilakan untuk membayar dan pulang kekosan.
Senin, 04 Juli 2011
diam sendiri = berpikir
sering sekali ketika sepi atau dilema aku menjalani begini
duduk sendiri tanpa lawan bicara
di dalam kamar, di depan pintu, di pelataran atau pergi ke suatu tempat sendiri.
disaat itu juga aku merasa melakukan perbincangan hebat dalam fikiran ku
yang terangkum dalam dialog itu sebenarnya adalah perkataan otak dan hati ku sendiri
proses sederhana ini biasanya membuahkan hasil pemikiran baru tanpa campur tangan orang lain
banyak filosofi - filosofi baru yang ku buat dan tidak untuk dipublish
banyak khayalan - khayalan keren yang ku dapat
dan banyak juga perang - perang pemikiran yang ku buat sendiri alurnya
pada saat itu aku menganggap bahwa aku sedang dalam fase pematangan pola pikir ku.
duduk sendiri tanpa lawan bicara
di dalam kamar, di depan pintu, di pelataran atau pergi ke suatu tempat sendiri.
disaat itu juga aku merasa melakukan perbincangan hebat dalam fikiran ku
yang terangkum dalam dialog itu sebenarnya adalah perkataan otak dan hati ku sendiri
proses sederhana ini biasanya membuahkan hasil pemikiran baru tanpa campur tangan orang lain
banyak filosofi - filosofi baru yang ku buat dan tidak untuk dipublish
banyak khayalan - khayalan keren yang ku dapat
dan banyak juga perang - perang pemikiran yang ku buat sendiri alurnya
pada saat itu aku menganggap bahwa aku sedang dalam fase pematangan pola pikir ku.
obsesi asal ingat syukur
Jangan membebani hidup dengan target - target
Karena target membuat hidup seperti berlomba
Penuh persiapan, penuh latihan dan penuh strategi
Jika target tercapai mungkin ada kepuasan sementara sebelum menjalani target selanjutnya
Tapi jika target gagal maka hanya menjadi beban fikiran dan beban perasaan kecewa
Alangkah menyenangkannya bila hidup dijalani mengalir apa adanya
Dengan begitu hidup serasa berwisata
Yang ada hanya ketakjuban karena kita mengalami hal yang tak pernah direncanakan
Apabila dengan itu hidup terasa banyak penghalang yang tak terduga
Maka anggap saja kita sedang wisata adventure yang menantang kita tetap survive
*sebenarnya tidak penting harus menjalani hidup dengan target atau mengalir apa adanya, yang terpenting adalah kita menjalani apa yang menjadi kewajiban kita, jangan rakus obsesi sehingga kita lupa bersyukur.
Karena target membuat hidup seperti berlomba
Penuh persiapan, penuh latihan dan penuh strategi
Jika target tercapai mungkin ada kepuasan sementara sebelum menjalani target selanjutnya
Tapi jika target gagal maka hanya menjadi beban fikiran dan beban perasaan kecewa
Alangkah menyenangkannya bila hidup dijalani mengalir apa adanya
Dengan begitu hidup serasa berwisata
Yang ada hanya ketakjuban karena kita mengalami hal yang tak pernah direncanakan
Apabila dengan itu hidup terasa banyak penghalang yang tak terduga
Maka anggap saja kita sedang wisata adventure yang menantang kita tetap survive
*sebenarnya tidak penting harus menjalani hidup dengan target atau mengalir apa adanya, yang terpenting adalah kita menjalani apa yang menjadi kewajiban kita, jangan rakus obsesi sehingga kita lupa bersyukur.
Rabu, 29 Juni 2011
khairizal anwar sedikit menggurui
cinta adalah anugrah yang diberikan oleh Tuhan
dalam cinta yang ada hanya keindahan
jika cinta telah membuatmu murung, kesal, atau sedih
maka hati-hati barang kali itu bukan cinta melainkan hanya sebuah obsesi
*lagi-lagi saya berpesan:
"JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN KATA-KATA SAYA, SEBAB SAYA SENDIRI RAGU"
dalam cinta yang ada hanya keindahan
jika cinta telah membuatmu murung, kesal, atau sedih
maka hati-hati barang kali itu bukan cinta melainkan hanya sebuah obsesi
*lagi-lagi saya berpesan:
"JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN KATA-KATA SAYA, SEBAB SAYA SENDIRI RAGU"
Sabtu, 25 Juni 2011
jadi dewa bagi diri sendiri
nampaknya banyak diantara kalian bukan saya, yang memburu untuk mendapat simpati dari yang lain
yang sedang putus cinta berkata: "aku sedang sedih atau aku sedang hancur"
yang sedang miskin berkata: "aku lapar, sudah sehari aku tidak makan"
yang terkekang berkata: "aku bosan hidup diatur-atur seperti ini"
kemudian yang sombong berkata: " sini kalian semua biar aku yang bantu"
kalau semua mengharap simpati, lantas siapa yang harus memberi simpati?
apakah menunggu dari orang yang sombong?
mungkin kalian harus tegar sendiri, hadapi segala sesuatunya dengan sebijak dan sedewasa mungkin.
jadikan diri kalian adalah DEWA..
yang sedang putus cinta berkata: "aku sedang sedih atau aku sedang hancur"
yang sedang miskin berkata: "aku lapar, sudah sehari aku tidak makan"
yang terkekang berkata: "aku bosan hidup diatur-atur seperti ini"
kemudian yang sombong berkata: " sini kalian semua biar aku yang bantu"
kalau semua mengharap simpati, lantas siapa yang harus memberi simpati?
apakah menunggu dari orang yang sombong?
mungkin kalian harus tegar sendiri, hadapi segala sesuatunya dengan sebijak dan sedewasa mungkin.
jadikan diri kalian adalah DEWA..
ketika aku dalam dimensi mu
aku mengenal mu di bumi ini
perangai mu adalah bius yang merangkup jiwa ku
engkau telah menyeret-nyeret ruh ku memasuki dimensi cinta mu
aku terperangkap, kata-kata mu membisukan mulut ku
segala ucap ku telah gugur dihadapan mu
bersamanya kau hiasi bunga-bunga duka
aku seperti bocah yang tak mengerti cinta
aturannya tak memberi ku petunjuk apa-apa
haruskah ku pelajari dahulu seni memanah ketika kau menjelma menjadi serigala
kini engkau telah kembali pada bangunan awal mu yang dahulu
terima kasih perempuan ku, sedianya engkau telah menjamahi ku dikala itu.
perangai mu adalah bius yang merangkup jiwa ku
engkau telah menyeret-nyeret ruh ku memasuki dimensi cinta mu
aku terperangkap, kata-kata mu membisukan mulut ku
segala ucap ku telah gugur dihadapan mu
bersamanya kau hiasi bunga-bunga duka
aku seperti bocah yang tak mengerti cinta
aturannya tak memberi ku petunjuk apa-apa
haruskah ku pelajari dahulu seni memanah ketika kau menjelma menjadi serigala
kini engkau telah kembali pada bangunan awal mu yang dahulu
terima kasih perempuan ku, sedianya engkau telah menjamahi ku dikala itu.
Rabu, 20 April 2011
Malam Ini Malam Minggu
Aku duduk disini diatas sebuah bantal yang dialaskan karpet dibawahnya, dikamar abang kandung ku ini, didepan sebuah komputer. Sejak sehabis magrib aku mulai duduk disini, sekedar menghilangkan kebosanan kehidupanku yang flat ini. Sudah habis puluhan lagu aku dengar dari suara yang keluar dari spiker komputer, sudah habis berbatang-batang rokok ku hisap untuk mengiringi malam minggu ku ini, dan sudah 2 cangkir kopi hitam pula habis ku minum. Namun nyatanya ketika aku tersadar, ternyata ini baru jam setengah sepuluh malam. Ya, kira-kira aku baru menghabiskan 3 jam malam minggu ku disini, padahal aku sudah berharap lebih dengan lagu, rokok dan kopi itu untuk dapat membawa ku pada sang fajar. Bahwasannya pengalaman malam minggu ini menjadi pelajaran bagi ku dikemudian malam-malam minggu selanjutnya.
Perayaan Car Free Day
Car Free Day, kalau boleh aku mengartikannya dalam bahasa pribumi yaitu Hari Bebas Mobil, Tapi kenapa orang-orang merayakannya dengan bersepeda. Oh.. mungkin karena orang-orang mengartikanya sama dengan “bicycle today”.hahaha.. tapi semua itu bebas saja dirayakan dengan dan seperti apa, asal bukan dengan mobil! Yeaaahhh…
Pepatah Apakah Itu?
Aku terlalu sibuk berkhayal dan berpikir, sampai-sampai aku tidak sempat beraksi sedikitpun. Status masih pengemis ilmu, jangan sombong!, Si Mahatma Gandhi saja tidak sombong walaupun sudah menjadi pengusaha ilmu. Butuh proyek agar mapan, butuh seni untuk peremajaan jiwa, butuh al-quran dan hadits sebagai tuntunan hidup yang menjembatani dua alam antara dunia dengan akherat.
Pepatah bilang begini, pepatah bilang begitu… oh saya yakin orang-orang “besar” itu “lahir” bukan karena mengikuti pepatah, tapi kerja keras! Setelah “besar” mereka membuat pepatahnya masing-masing, lantas kita percaya begitu saja, padahal mereka sendiri tidak percaya dengan pepatah orang lain! Ucapan-ucapan mereka tersusun rapi dalam siratan kitab-kitab tebal yang akhirnya diburu oleh para “pengemis”. lantas Kita yang percaya cuapan orang-orang “besar” seperti Plato, Mahatma Gandhi, Karl Max, dan lain-lain, padahal dalam hati mereka berkata “mampus kalian tertipu!!”.
Ambil ilmuNya dan ambil hikmahNya, jangan-jangan kalian percaya dengan kata-kata saya ini.. oh hati-hati barangkali kalian itulah yang tertipu!:)
Pepatah bilang begini, pepatah bilang begitu… oh saya yakin orang-orang “besar” itu “lahir” bukan karena mengikuti pepatah, tapi kerja keras! Setelah “besar” mereka membuat pepatahnya masing-masing, lantas kita percaya begitu saja, padahal mereka sendiri tidak percaya dengan pepatah orang lain! Ucapan-ucapan mereka tersusun rapi dalam siratan kitab-kitab tebal yang akhirnya diburu oleh para “pengemis”. lantas Kita yang percaya cuapan orang-orang “besar” seperti Plato, Mahatma Gandhi, Karl Max, dan lain-lain, padahal dalam hati mereka berkata “mampus kalian tertipu!!”.
Ambil ilmuNya dan ambil hikmahNya, jangan-jangan kalian percaya dengan kata-kata saya ini.. oh hati-hati barangkali kalian itulah yang tertipu!:)
Analogi Nama Khairizal Anwar
“Khairizal anwar” diambil dari bahasa arab, dan jika diartikan kedalam bahasa Indonesia yaitu “kebaikan yang bercahaya”. Baik tapi bercahaya/bercahaya tapi baik? Terserah apakah itu.
Mungkin bisa saja dianalogikan seperti kunang-kunang, kunang-kunang dapat menimbulkan cahaya, tapi apakah kunang-kunang itu baik? Entah.
Atau mungkin dapat dianalogikan dengan ikan lumba-lumba, konon katanya hewan itu baik suka menolong. Tapi lumba-lumba kan tidak bercahaya!
Oh.. mungkin maksudnya matahari, dia dapat becahaya dan dapat diartikan baik bagi seluruh isi bumi yang membutuhkan sinar dan hangat cahaya dari nya, tapi kurang klop rasanya bila dianalogikan dengan zat yang tidak bernyawa.
Mungkin lebih baik saya gabung saja ketiganya untuk menanalogikan nama saya.
Jadi, “khairizal Anwar” bila dianalogikan seperti kunang-kunang yang ditolong oleh lumba-lumba dibawah sinar matahari. :)
Mungkin bisa saja dianalogikan seperti kunang-kunang, kunang-kunang dapat menimbulkan cahaya, tapi apakah kunang-kunang itu baik? Entah.
Atau mungkin dapat dianalogikan dengan ikan lumba-lumba, konon katanya hewan itu baik suka menolong. Tapi lumba-lumba kan tidak bercahaya!
Oh.. mungkin maksudnya matahari, dia dapat becahaya dan dapat diartikan baik bagi seluruh isi bumi yang membutuhkan sinar dan hangat cahaya dari nya, tapi kurang klop rasanya bila dianalogikan dengan zat yang tidak bernyawa.
Mungkin lebih baik saya gabung saja ketiganya untuk menanalogikan nama saya.
Jadi, “khairizal Anwar” bila dianalogikan seperti kunang-kunang yang ditolong oleh lumba-lumba dibawah sinar matahari. :)
Rabu, 06 April 2011
cemilan sebatang gula merah
Siang pukul dua aku tertawa dikosan, entah mulai dari mana hingga hal yg begini kutertawakan. Jelas aku berfikir dan membandingkan bila ku tertawa. Aku melihat cemilan di rak bawah tivi disamping komputer yang sedang ku nyalakan, sebuah bungkusan kecil berisi gula merah sisa aku naik gunung yang masih terbungkus rapi. Aku yang dari pagi belum sempat makan, atau memang tidak punya duit lebih tepatnya jadi harus mengirit untuk tidak makan, aku buru-buru membuka bungkusan itu dan mulai mengigit-gigit sedikit demi sedikit gula merah itu. Saat itu seakan perut yang berasa masam berubah menjadi manis, menjadi lebih bertenaga.
Aku menikmati sekali gula merah itu, kemudian aku mulai tertawa. apa yang kutertawakan?! Ya karena aku mulai membandingkan pastinya. Soal cemilan siang ku ini yang unik. Aku membandingkan cemilan yang ku punya ini dengan kebiasaan cemilan orang lain. Biasanya orang lain memiliki cemilan dikamarnya toples kue-kue atau makanan ringan yang renyah seperti chiki atau coklat, sedang aku sebuah gula merah batangan.
*memang ternyata gula merah berguna agar tubuh lebih bertenaga, hal ini dikarenakan sifatnya yang manis dan baik bagi metabolisme tubuh yang sedang lemes apalagi bagi orang yang mencari cemilan dengan harga murah. :D
Aku menikmati sekali gula merah itu, kemudian aku mulai tertawa. apa yang kutertawakan?! Ya karena aku mulai membandingkan pastinya. Soal cemilan siang ku ini yang unik. Aku membandingkan cemilan yang ku punya ini dengan kebiasaan cemilan orang lain. Biasanya orang lain memiliki cemilan dikamarnya toples kue-kue atau makanan ringan yang renyah seperti chiki atau coklat, sedang aku sebuah gula merah batangan.
*memang ternyata gula merah berguna agar tubuh lebih bertenaga, hal ini dikarenakan sifatnya yang manis dan baik bagi metabolisme tubuh yang sedang lemes apalagi bagi orang yang mencari cemilan dengan harga murah. :D
Senin, 21 Maret 2011
Bubur Ayam Dini Hari
Tukang inilah yang terkadang mengisi perut saya yang cemas untuk mencari ketenangan saat begadang, ya tukang bubur ayam daerah pasar cileunyi ini yang biasanya buka pada saat orang-orang ramai memenuhi pasar untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
Biasanya si bapak penjual bubur ini sudah datang untuk “memarkirkan” gerobak dan menggelar meja lesehannya pada pukul 3 pagi, waktu yang tepat untuk saya dan teman-teman saya untuk mengisi perut kami yang lapar saat begadang. Harganya pun bersahabat bagi kantong-kantong mahasiswa, hanya 3ribu rupiah saja kami sudah mendapat paket bubur ayam komplit dengan kerupuk dan sambalnya.
Tantangan kami untuk datang ketempat ini hanya urusan dingin nya malam, maklum jam 3 pagi disaat embun-embun turun kami harus berkendara motor sejauh kurang lebih 3 kilo meter dari kosan kami untuk menukar duit kami dengan semangkuk bubur si bapak.
Kebiasaan saya ini mulai saya lakukan sejak semester tujuh berkat rekomendasi teman saya si obet. .Terima kasih Obet.
nenek dan anjing kecilnya
Ada lagi percakapan unik seorang nenek dengan anjing kesayangannya, anjing kecil yang saya tau ras nya Siberian huskey dengan si nenek yang ber “ras” tionghoa ataupun china. Si nenek dan si anjing komunikasi satu arah bagi saya dan orang-orang lain yang mendengar, mungkin bagi si nenek itu merupakan komunikasi dua arah yang dilakukannya dengan anjingnya. Entah masuk akal atau tidak, setau saya orang yang mampu berkomunikasi dengan binatang hanya sang Nabi Sulaeman AS.
Saat itu pukul 9 pagi hari di sebuah terminal lebak bulus jakarta. saya yang sedang menunggu teman saya Nisha untuk balik ke bandung bareng dari Jakarta, maklum wanita biasa datang telat. Di jejeran bangku pojok terminal tempat saya menunggu, saya yang sedang asik membaca koran untuk mengalihkan waktu yang membosankan saat menunggu saat itu melihat seorang nenek yang baru datang ikut duduk dibangku jejeran penunggu juga.
Belum sampai pantat si nenek menempel dengan bangku plastik terminal dia sudah menegur anjing kecilnya yang menggongong, “hei kamu jangan seperti itu, orang lain nanti pada takut sama kamu” serentak kami yang berada disekitar anjing pun memang siaga takut-takut si anjing mengigit. Lantas diangkat si anjing ke bangku sebelah nenek itu duduk. Lanjutnya si nenek bilang pada anjingnya “ini terminal bukan gelora senayan, jadi orang-orang tidak terbiasa dengan anjing” hmm.. memang ini bukan senayan yang dengan biasa kita dapat melihat majikan dengan binatang peliharaannya berjoging bersama.
Ketika keadaan sudah mulai normal kembali, tepatnya keadaan si nenek dan anjingnya. Tiba-tiba dibalik warung samping nenek itu duduk ada seorang bapak penjual Koran menggonggong seperti anjing juga, saya mengerti niatnya untuk meledek anjing si nenek, ataukah meledek si nenek. Sepertinya malah si nenek yang merasa terledek, karena saya lihat anjingnya tetap saja tenang tapi malah si nenek yang kembali “berceramah” dan bilang pada anjing nya “sudah kamu diam saja, jangan membalas menggonggong. Biarin aja orang mau bagaimana sama kita yang penting tidak perlu membalas” ucapnya.
Entah, mungkin si nenek merasa terganggu dengan gonggongan olok-olokan si bapak terhadap anjingnya, tapi kami yang disitu juga merasa tersinggung saat semula si nenek bilang “ini terminal bukan senayan”. disitu banyak orang yang memasang raut muka tidak mengenakan jika saya perhatikan.
Tapi, pelajarannya adalah bahwasannya anjing merupakan binatang yang pintar yang seakan dapat mengerti ucapan majikannya, memang menurut cerita-cerita anjing bukan saja hewan yang pintar tetapi juga termasuk hewan yang setia pada majikannya, saya tambah yakin setelah nonton film true story “Haciko” tentang seekor anjing yang setia pada majikannya.
Saat itu pukul 9 pagi hari di sebuah terminal lebak bulus jakarta. saya yang sedang menunggu teman saya Nisha untuk balik ke bandung bareng dari Jakarta, maklum wanita biasa datang telat. Di jejeran bangku pojok terminal tempat saya menunggu, saya yang sedang asik membaca koran untuk mengalihkan waktu yang membosankan saat menunggu saat itu melihat seorang nenek yang baru datang ikut duduk dibangku jejeran penunggu juga.
Belum sampai pantat si nenek menempel dengan bangku plastik terminal dia sudah menegur anjing kecilnya yang menggongong, “hei kamu jangan seperti itu, orang lain nanti pada takut sama kamu” serentak kami yang berada disekitar anjing pun memang siaga takut-takut si anjing mengigit. Lantas diangkat si anjing ke bangku sebelah nenek itu duduk. Lanjutnya si nenek bilang pada anjingnya “ini terminal bukan gelora senayan, jadi orang-orang tidak terbiasa dengan anjing” hmm.. memang ini bukan senayan yang dengan biasa kita dapat melihat majikan dengan binatang peliharaannya berjoging bersama.
Ketika keadaan sudah mulai normal kembali, tepatnya keadaan si nenek dan anjingnya. Tiba-tiba dibalik warung samping nenek itu duduk ada seorang bapak penjual Koran menggonggong seperti anjing juga, saya mengerti niatnya untuk meledek anjing si nenek, ataukah meledek si nenek. Sepertinya malah si nenek yang merasa terledek, karena saya lihat anjingnya tetap saja tenang tapi malah si nenek yang kembali “berceramah” dan bilang pada anjing nya “sudah kamu diam saja, jangan membalas menggonggong. Biarin aja orang mau bagaimana sama kita yang penting tidak perlu membalas” ucapnya.
Entah, mungkin si nenek merasa terganggu dengan gonggongan olok-olokan si bapak terhadap anjingnya, tapi kami yang disitu juga merasa tersinggung saat semula si nenek bilang “ini terminal bukan senayan”. disitu banyak orang yang memasang raut muka tidak mengenakan jika saya perhatikan.
Tapi, pelajarannya adalah bahwasannya anjing merupakan binatang yang pintar yang seakan dapat mengerti ucapan majikannya, memang menurut cerita-cerita anjing bukan saja hewan yang pintar tetapi juga termasuk hewan yang setia pada majikannya, saya tambah yakin setelah nonton film true story “Haciko” tentang seekor anjing yang setia pada majikannya.
"Gelar, semoga kau tidak bosan membacanya"
Kenapa gw bisa kenal ama ini orang dan kenapa juga gw bisa berkawan dekat sama ini orang, kalo disuruh untuk diinget awal mulanya gw udah lupa, tp yang jelas gw bersyukur bisa deket ama ini orang. Awal kenal gw kagum sama pola pikirannya, mungkin produk organisasi kali ya dia, hebat banget menanggapi persoalan, logikanya juga gw anggap mantap.
Dari sekian banyak gw punya temen di kampus cuma beberapa orang yg bisa nyambung untuk diskusi serius ataupun tidak serius sama gw, ini beneran. Dari soal masalah gaya hidup, masa depan, keluarga dan isu-isu seputar kampus atau seputar berita dari tv bisa kita diskusikan bareng-bareng lar, Dan nyambung, entah elu nya yang nyambung-nyambungin atau gw nya yg kadang mengalah kalo emang lagi kurang pinter tentang pokok bahasannya,.hehe..
Inspiratif abis lah ini orang, gw banyak diem dulu kalo awal-awal di ajak ngobrol ama lu lar biar gw tau dulu arahan pikiran lu kemana, padahal gw nyontek pola pikir lu dulu itu sebenernya biar nyambung pas gw ngasih tanggapan lar.hahaha. *aib banget ya. Biarin gw ama lu kayanya emang udah sama-sama tau kok masing-masing kaya gimana. Urusan organisasi sumpah hal yang paling bego gw kalo untuk diajak ngobrol ama lu lar, kalo misalkan lu nyadar, Maklum lah gw ngga pengalaman banget masalah organisasi-organisasian.hahaha
Sampe masalah celana jeans lu yang baru dari jaitan ajah nanya ke gw dulu bagus/pas apa engganya, lu anggap gw orang yang tepat mengomentari hal begituan kali ya, padahal gw ajah cuek banget masalah pakaian. Ampe2 orang laen sering komentar tentang gaya gw yang “buruk”. Hahha entah kenapa lu bukan nanya ama dimar deni obet atau mpi yang sering beli pakean di distro. Whatever lah lar.
Jelas gw pernah denger kata dari lu kalo gw bisa jadi panutan masalah trend, mungkin lu jijik kalo gw ampe tulis begini ya lar, tp itu udah naekin rasa moral gw sumpah, trus tentang gw ngasih tanggap pas lu di ajak ribut ama orang di damri yang anak sastra kalo ngga salah, kata anak2 harus disamperin tp kalo kata gw waktu itu ngga usah di lanjutin, eh lu malah anggap jawaban gw yang fix dan memberi pencerahan, lumayan lah itu juga udah gw anggap naekin percaya diri gw untuk banyak bacot selanjutnya.hahahha
Masalah buat twitter elu juga yang manas-manasin biar gw buat acount, alhasil sekarang gw ketagihan juga twitteran.hehehe. baru-baru ini di twitter lu mantion ke gw kalo lu mau minta pendapat ke gw tentang kerjaan lu itu, gw di anggap filsuf lah, padahal gw ngga pernah baca bacaan model plato atau karl max sekali pun.hehehe
Lu temen gw yang menganut paham pluralis lar, ga pernah protes ama gaya rambut gw kadang pendek atau gondrong, lu ngga peduli ama gw yg ngga ganti baju atau sweeter, lu ngga protes gw ngeroko padahal lu ngga, biasanya kan orang mau berkawan deket ama orang yang setipe gaya hidupnya tapi lu bisa terima gw apa adanya gw. lu pernah Tanya ke gw kok bisa lu nahan laper jal 1 hari, dan gw jawab pas lu lagi laper banget lu tahan ajah selama 1-2 jam abis itu kan perut lu kembung masuk angin dan ngga nafsu makan lagi deh, dan jawaban gw lu anggap freak. Tp kita ketawa ajah.hahaha
Sumpah gw terharu banget pas gw ngga ngampus beberapa hari gara-gara sakit bengek di pondok barata, terus anak-anak yang tergabung dalam “camel crew” waktu itu dateng jenguk gw bawain roti sepotong, buah apel sebiji, biskuit butter cookies, susu dan apalagi gw lupa. Walaupun anak-anak sendiri yang pada makan dengan berpura-pura ngebantuin ngebukain makanannya..hahha tapi gw berasa sangat-sangat di perhatiin sebagai temen. Gara-gara itu juga gw merasa bahwa pertemanan kita berkualitas banget lar. Seumur-umur gw baru ngerasain kaya gitu, mudah-mudahan ngga harus ngulangin sakit dulu baru ngerasain kaya gitu lagi..hehhe teman yang ada bukan pas kita lagi senang aja tapi ketika kita juga susah mereka ada, ya di kampus ini, di teman-teman pertanian ini.
Kalo banyak orang-orang yang bilang masa-masa paling indah adalah masa sma, bagi gw malah saat kuliah ini pertemanan paling indah dan paling berkesan. Ada yg bilang pertemanan di masa kuliah adalah pertemanan selama-lamanya, dan mengutip “carilah teman yang bisa ada disamping kita jangan ketika kita sedang senang saja tapi ketika kita sedang sulit juga, tp (kata deddy Corbusier di hitam-putih) alangkah lebih menyedihkannya ketika kita sedang senang tapi tidak ada satu teman pun di samping kita untuk kita ajak berbagi kesenangan”..hmmm bener juga sih. Dan gw anggap lu udah lolos jadi teman yang sempurna di 2 kondisi tersebut.
Gw sampe-sampe pernah ngayal di masa depan nanti gw jadi bintang tamu di acara kaya “satu jam lebih dekat” dan elu yang di ajak buat ngasih cerita tentang gw dulu atau sebaliknya elu yang jadi bintang tamu dan gw yang di ajak buat ngasih cerita-cerita lu dulu..hehehe
Gw yakin masa depan lu bakal sukses lar, dan gw juga lebih yakin kalo gw lebih sukses dari lu..hahhaha *kidding. Kalo ketemu nanti dan kita udah sama-sama sukses kita harus tetep humble men. Kalo bisa malah kita fieldtrip ke rajaampat bareng-bareng nanti bawa istri masing-masing..hahhah
Tetep jaga silaturahmi ya, lu bisa dateng kapan ajah ke rumah gw nanti, asalkan jangan pas gw lagi mesra-mesraan ama bini gw.hahhaha
Gw jadi melankolis begini nulis beginian, spontan ajah ini gw buat pas inget besok lu udah mau wisuda.
Tadinya Gw mau berfilosofi lar, tapi ngga jadi ah, gw ngga mau seakan menggurui lu padahal pola pikir lu lebih brilliant. Jangan percaya ama kata-kata gw lar, soalnya gw sendiri ajah ragu. Kata-kata gw itu kebanyakan spontan yang kebenarannya diragukan lar..hahhah
Bisa dibilang gw jadi kaya gini gara-gara lu juga. kalo menurut rumus fenotipe = genotip x lingkungan, ya itu elu lingkungan yang berpengaruh besar terhadap cekaman atau tumbuh suburnya gw sekarang.
Sebenarnya gw pengen nulis ini pake tulisan tangan bukan diketik biar lebih berkesan tapi apa daya rasa males gw lebih tinggi ketimbang rasa persahabatan..hahhaha
Selamat menempuh dunia yang baru yang lebih nyata lar, selamat menuju kesuksesan dalam hidup, semoga kau tidak pernah sombong. Saatnya idealisme lu dibuktikan lar. Memang mempertahankan idealisme kata orang-orang sulit ketika kerja, tp jadi realistis secara mentah-mentah juga menyiksa. *inget jangan percaya kata-kata gw, Itu diragukan kebenarannya.hahhaha
(tadinya gw ngetik Cuma pengen buat postingan di blog, tp gw kasih ke lu juga deh biar baca langsung, biar ngga lupa ama gw & teman-teman seperjuangan, yang ngga seperjuangan ngga usah di inget.hahhhaha *becanda)
*sengaja gw setting gaya tulisannya agak becanda biar lu ngga sedih bacanya. Haha so iye :D & sepertinya masih banyak lagi yang harus gw ketik, tp kertas prinnya Cuma ada 3 lembar jadi segini ajah dulu. Oya gw harus taro nama di akhir nih biar lu ngga lupa nama lengkap gw. :D
-Khairizal anwar-
*naskah testimony yg saya kasih kepada muhamad gelar saat wisudanya, sebagian teks dibuang.
Selasa, 01 Maret 2011
Senin, 07 Februari 2011
kampus tidak lagi asri
Teman-teman senasib yang linglung dikampus
Kampus kini sudah tidak bersahabat
Duduk berkumpul dikampus sudah tak nyaman lagi
Yang tidak senasib bicara tentang skripsi dan sidang-sidang komprehensifnya
Bukankah itu kesombongan yang amat terlalu didepan kita
Mari kita cerita-cerita tentang kesenangan saja
Yang senasib mari berkumpul bersama
Jauh suasana yang dulu asri sekarang mencekam
Jenuhnya jadi predikat mahasiswa akhir ini
Bernyanyi saja kawan biar tenang
Yang maen gitar imam al-jabluk yang nyanyi ridho maunya
Oh senangnya ini suasana jadinya
Semua jadi gembira bersama-sama bernyanyi
Anggota kita nambah lagi ada yang baru pulang dari desanya
Ada yang baru selesai kkn juga ikut bernyanyi lagi
Yang laen sudah biasa ikut-ikutan ya diizinkan saja.
Kampus kini sudah tidak bersahabat
Duduk berkumpul dikampus sudah tak nyaman lagi
Yang tidak senasib bicara tentang skripsi dan sidang-sidang komprehensifnya
Bukankah itu kesombongan yang amat terlalu didepan kita
Mari kita cerita-cerita tentang kesenangan saja
Yang senasib mari berkumpul bersama
Jauh suasana yang dulu asri sekarang mencekam
Jenuhnya jadi predikat mahasiswa akhir ini
Bernyanyi saja kawan biar tenang
Yang maen gitar imam al-jabluk yang nyanyi ridho maunya
Oh senangnya ini suasana jadinya
Semua jadi gembira bersama-sama bernyanyi
Anggota kita nambah lagi ada yang baru pulang dari desanya
Ada yang baru selesai kkn juga ikut bernyanyi lagi
Yang laen sudah biasa ikut-ikutan ya diizinkan saja.
“Kau dan Aku Berbeda Persepsi”
Aku anggap kumpulan emas, kamu anggap hanya butiran pasir yang tak bernilai
Sudah lama rasa simpati ini hadir untuk mu, ku tanam, ku pupuk, kusiram dan ku biarkan tumbuh
Berharap dapat bersemi indah, namun persepsi kita terhadap cinta masih tak kunjung sama
Memang persepsi yang kita samakan bukanlah tentang 2 pemikiran, namun 2 perasaan manusia yang berbeda kelamin
Aku anggap kau wanita sempurna, sedang engkau anggap aku laki-laki biasa saja
Takkan ada penggabungan rasa, kalau kau dan aku tidak sama-sama belajar tentang “ilmu dasar penggabungan persepsi antara 2 manusia yang berbeda kelamin”
Mungkin kamu dapat dengan mudah melihat ku pergi dengan pasanganku nanti, tapi lain soal dengan ku jika kau yang berbuat seperti itu.
Mungkin aku terlalu yang menganggap berlebihan dengan proses yang kita jalani ini
Aku anggap proses yang kau dan aku jalani itu megah
Namun kau seakan menilainya sederhana saja.
Sudah lama rasa simpati ini hadir untuk mu, ku tanam, ku pupuk, kusiram dan ku biarkan tumbuh
Berharap dapat bersemi indah, namun persepsi kita terhadap cinta masih tak kunjung sama
Memang persepsi yang kita samakan bukanlah tentang 2 pemikiran, namun 2 perasaan manusia yang berbeda kelamin
Aku anggap kau wanita sempurna, sedang engkau anggap aku laki-laki biasa saja
Takkan ada penggabungan rasa, kalau kau dan aku tidak sama-sama belajar tentang “ilmu dasar penggabungan persepsi antara 2 manusia yang berbeda kelamin”
Mungkin kamu dapat dengan mudah melihat ku pergi dengan pasanganku nanti, tapi lain soal dengan ku jika kau yang berbuat seperti itu.
Mungkin aku terlalu yang menganggap berlebihan dengan proses yang kita jalani ini
Aku anggap proses yang kau dan aku jalani itu megah
Namun kau seakan menilainya sederhana saja.
Langganan:
Postingan (Atom)



