Selasa, 01 September 2009

Si Bocah Penjual Makanan..

Hari ini lagi-lagi ku menemukan keibaan hati yang jatuh pada seorang bocah yang duduk dipinggiran jalan koridor kampus ku. Saat itu aku sedang berjalan bersama 2 teman wanita dari kampus menuju kosan kita masing-masing, Sore itu menjelang terbenamnya matahari yang membuat langit sudah lebih kelabu dan kelam dari siang.

Anak bocah itu ternyata sedang menunggu dagangannya laku,tapi kulihat jalanan disekitar itu sepi karena mungkin sedang dalam bulan puasa yang biasanya pada jam segitu orang-orang sudah sibuk di-rumah makan - rumah makan untuk bersiap-siap menjelang berbuka puasa ataupun juga karena dilingkungan kampus yang biasanya di lalui oleh mobil-mobil pribadi mereka yang berduit ataupun motor-motor mereka yang berasap yang tak sempat lagi berhenti untuk membeli jajanan bocah itu, jangankan berhenti membeli, melihat apa yang anak itu dagangpun kurasa tidak sempat.

Bocah tersebut kulihat dengan mata yang agak memerah juga sedikit berair dan wajah yang sangat memelaskan, kulihat semua dagangannya masih tersusun rapih dan komplit dalam bak dagangannya, saat itu ku lihat bocah tersebut sedang menunggu makanan kecil yang di kemas dalam pelastik-pelastik kecil itu laku dan berharap dagangannya yang dapat segera habis. Namun, fikir ku takkan mungkin habis terjual di tempat yang sangat sepi itu.

kaki kami pun terhenti pada langkah ke-6 setelah melewati tempat anak tersebut duduk berlesehan dengan dagangannya. Aku menoleh kebelakang dengan sambil berisyarat dan berkata kepada kedua teman wanita yang sedang jalan bareng dengan ku bahwa kita mempunyai pikiran dan hati yang sama kalau kita harus melangkah balik ke belakang dan mendatangi bocah tersebut. Saat kita datangi, hati kita bertiga pun semakin iba karena mendengar perkataan bocah tersebut yang menawari kita untuk membeli barang dagangannya.

Setelah membeli sedikit dagangan bocah tersebut kemudian terjadi sedikit percakapan antara aku bertiga dengan si bocah tersebut, akhirnya kami pun tahu bahwa anak tersebut masih sekolah dijenjang kelas 5 SD. Sebelum meninggalinya sendirian lagi kami menasehati ke bocah itu bahwa dia jangan pernah berhenti sekolah ataupun berhenti berjuang dalam keadaan apapun, paling tidak sampai anak itu bisa mempunyai ijazah sampai strata SMA. Agar dalam hidup dewasanya nanti bocah itu sudah mempunyai bekal yang cukup untuk kerja ditempat-tempat yang sudah terlalu mensyarati ijazah sebagai poit pertama untuk mendapat kerja.

Yang aku sesali saat itu dalam fikiran ku adalah kenapa kita yang hidup di Negara yang sudah lama merdeka ini namun masih sangat sering menemui orang-orang yang masih tertindas dengan zaman yang semakin gila, semakin lama merdeka namun semakin banyak dan sering pula melihat fenomena-fenomena yang mengibakan seperti itu.

Seakan-akan aku ingin berpesan kepada seluruh manusia penghuni bumi untuk lebih peka terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita..

Dalam hati ku berdoa..

(Khairizal Anwar)

Si Wanita Sederhana Itu

Sosok wanita itu yang telah membuat gue terkagum-kagum dalam hati..jiwa sederhananya yang rela hidup bergaya susah dan apa adanya walaupun dia mampu berfoya-foya..berani mengungkapkan hal dianggapnya menyenangkan walau itu mungkin memalukan bagi kebanyakan wanita-wanita lainnya..

Dia adalah orang yang mungkin gw harapkan selama ini untuk bisa mengisi hidup bersama..

Dia adalah seorang wanita yang terlalu mahal untuk dipuja oleh bumi..

Dia adalah orang yang gue harapkan dapat membaca posting rangkaian kata sederhana ini..

Mungkin dia pula sosok wanita yang dicintai oleh tuhan..yang dapat hidup bersama diantara golongan-golongan sederhana..

(Khairizal Anwar)

Si Bocah Pengamen Jalanan

Si bocah menjadi petuah

Suatu saat aku melihat bocah kecil di kota Jakarta melintas di perempatan lampu merah bersama teman-teman sebayanya berkalungkan gitar okulele kecil yang sudah agak lapuk..berbaju kumal tidak wajar.. kemudian memasuki angkutan umum satu persatu untuk rela menghibur dengan suara nyanyianya..

Dalam fikir ku..kenapa kok mereka ngga senikmat hidup ku yang bisa duduk nyaman di atas bis metromini sambil mendengarkan lagu nyanian yang mereka bawakan dengan suara okulele yang garing..

Namun..

Setiap kita, mempunyai nasib dan kesempatan yang berbeda-beda dalam hidup.. mungkin jalan hidup si bocah tersebut adalah sebuah tuntutan perut laparnya, atau tuntutan hati mereka yang rela berkeringat sedini mungkin demi keluarganya..

Kita yang hidup dalam kenikmatan mungkin jarang berempati ataupun bersimpati terhadap nasib orang-orang seperti itu..kebanyakan dari kita lebih sering memikirkan mengapa kita tidak bisa mempunyai mobil pribadi yang lebih mewah dari orang lain yang lebih bisa dibanggakan kepada orang-orang disekitar kita..

Saat ini seharusnya aku lebih bisa bersyukur karna menjadi kaum orang-orang diantara atas dan bawah.. aku bisa melihat keatas sebagai fighting spirit of life..dan aku bisa melihat kebawah sebagai petuah bijak dalam tuntunan hidup yang sederhana..

Dalam syukur ku berdoa..

(Khairizal Anwar)

Minggu, 30 Agustus 2009

come on honey

Come on honey

Observe to your shining light
Where’s the window that opened
I can’t see you desire on me now
Don’t regrate about stars overcast
Wake up from your nightmare hanny and take your new spectacles
Take a look around you and repair our mistakes straight away
And we just trough all our day and we have no life left
I don’t care with phrasal cogito ergo sum
This garden it seem that overwide for us
Until we can’t keep seeds growing up
We have losed many changes opportunity
Someday we don’t know the way to make it real