aku mengenal mu di bumi ini
perangai mu adalah bius yang merangkup jiwa ku
engkau telah menyeret-nyeret ruh ku memasuki dimensi cinta mu
aku terperangkap, kata-kata mu membisukan mulut ku
segala ucap ku telah gugur dihadapan mu
bersamanya kau hiasi bunga-bunga duka
aku seperti bocah yang tak mengerti cinta
aturannya tak memberi ku petunjuk apa-apa
haruskah ku pelajari dahulu seni memanah ketika kau menjelma menjadi serigala
kini engkau telah kembali pada bangunan awal mu yang dahulu
terima kasih perempuan ku, sedianya engkau telah menjamahi ku dikala itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar