Untuk mister “X”, saya banyak dengar gurauan anda yang
membuat kelompok diskusi anda tertawa sebagai penghargaan atas usaha lelucon
anda, anda bersikap seakan semua urusan itu mudah. Banyak juga anggota dari
kelompok anda yang “bermasalah” dalam aturan-aturan main anda. Saya salah
satunya, sebagai actor yang bermasalah saya banyak mangkir “kabur”
kesana-kemari mencari tempat peraduan ataupun motifasi dari pikah lain untuk
menghadapi penghakiman anda. Tidak ada rahasia bahwa kami orang-orang yang
terhakimi dari aturan anda merasa takut untuk berhadapan langsung dengan anda,
untuk mendengar ceramah-ceramah dari anda, terlebih lagi ancaman yang membuat
mental kami seperti karet, gampang melar dan gampang mengkerut. Mungkin itu
metode anda untuk membuat kami sadar bahwa jalan satu-satunya untuk menyadari
kami para terdakwa adalah dengan mengancam ataupun menakut-nakuti kami.
Beruntung bagi yang bermental “baja” seperti saya, mental saya malah menjadi
kuat dan tahan banting dengan ancaman anda, tapi betapa teragisnya
individu-individu yang tak tahan mental, mental mereka bukan jadi berkembang
tapi justru malah menjadi “kerdil”. Kami ini butuh dukungan moril dari anda
bukan ancaman. Maka maklum sajalah bila yang terjadi sekarang anggota-anggota
dari tim anda yang bermasalah tak ada perkembangan atau progress dari
aturan-aturan anda tapi malah menghilang dari hadapan anda. Mungkin saya harus
memberikan pesan ini langsung kepada anda bahwa treatment anda itu SALAH,
baiknya anda perbaiki lagi metode pendekatan persuasife anda kepada
anggota-anggota anda yang bermasalah. Tugas saya disini yang berlaku sebagai
anggota adalah mengerti karakter pemimpinnya, sedangkan anda sebagai pemimpin
hendak pula mengerti dengan karakter angota-anggotanya. Sekian terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar