Teman-teman senasib yang linglung dikampus
Kampus kini sudah tidak bersahabat
Duduk berkumpul dikampus sudah tak nyaman lagi
Yang tidak senasib bicara tentang skripsi dan sidang-sidang komprehensifnya
Bukankah itu kesombongan yang amat terlalu didepan kita
Mari kita cerita-cerita tentang kesenangan saja
Yang senasib mari berkumpul bersama
Jauh suasana yang dulu asri sekarang mencekam
Jenuhnya jadi predikat mahasiswa akhir ini
Bernyanyi saja kawan biar tenang
Yang maen gitar imam al-jabluk yang nyanyi ridho maunya
Oh senangnya ini suasana jadinya
Semua jadi gembira bersama-sama bernyanyi
Anggota kita nambah lagi ada yang baru pulang dari desanya
Ada yang baru selesai kkn juga ikut bernyanyi lagi
Yang laen sudah biasa ikut-ikutan ya diizinkan saja.
Hawa suram di bulan februari
BalasHapusMenambah pekatnya galau yang berarak seiring pergi nya rekan2 yang tak tahu kemana rimbanya
Kemana sumpah serapah yang dulu terucap pada norma yang mereka genggam?
Tapi mereka mungkin belum merasakan kisah kampus di malam hari
Wahai ijal, mungkin kita orang yang sedikit beruntung bisa merasakan kehidupan kampus malam hari
Maka dari itu bikin kopi jal biar ga dingin, eta udud kadieukeun lah urang stel...
maneh pikiranan udud jeung kopi wae sianying..
BalasHapushidup di pilih oleh pribadinya masing2.. menuju yang dianggapnya benar dan selera.