Siang pukul dua aku tertawa dikosan, entah mulai dari mana hingga hal yg begini kutertawakan. Jelas aku berfikir dan membandingkan bila ku tertawa. Aku melihat cemilan di rak bawah tivi disamping komputer yang sedang ku nyalakan, sebuah bungkusan kecil berisi gula merah sisa aku naik gunung yang masih terbungkus rapi. Aku yang dari pagi belum sempat makan, atau memang tidak punya duit lebih tepatnya jadi harus mengirit untuk tidak makan, aku buru-buru membuka bungkusan itu dan mulai mengigit-gigit sedikit demi sedikit gula merah itu. Saat itu seakan perut yang berasa masam berubah menjadi manis, menjadi lebih bertenaga.
Aku menikmati sekali gula merah itu, kemudian aku mulai tertawa. apa yang kutertawakan?! Ya karena aku mulai membandingkan pastinya. Soal cemilan siang ku ini yang unik. Aku membandingkan cemilan yang ku punya ini dengan kebiasaan cemilan orang lain. Biasanya orang lain memiliki cemilan dikamarnya toples kue-kue atau makanan ringan yang renyah seperti chiki atau coklat, sedang aku sebuah gula merah batangan.
*memang ternyata gula merah berguna agar tubuh lebih bertenaga, hal ini dikarenakan sifatnya yang manis dan baik bagi metabolisme tubuh yang sedang lemes apalagi bagi orang yang mencari cemilan dengan harga murah. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar