Selasa, 02 Agustus 2011

malam-malam di pinggir jalan aku sendiri

tepat malam minggu sepulang ku dari bandung kota, aku menyempatkan untuk menikmati suasana di pinggir jalan.
disini aku duduk bersila sendiri, tanpa lawan bicara
berlesehan dipinggir trotoar sebuah warung angkringan di jalan satu arah jatinangor
sudah sejak sejam yang lalu aku menikmatinya dengan segelas wedang kopi susu, rokok, dan lagu-lagu eddie vidder dari handphone butut ku.
ditikar sebelah sekumpulan muda-mudi pengemudi vespa yang asik bercengkrama sesama kawannya.
sesekali lampu kendaraan yang melintas dari arah barat cukup memeriahkan jalan di hadapan ku.
kini sudah jam 11 malam, rokok ku telah habis,juga gelas ku wedang ku tinggal tersisa ampas kopi saja. saatnya aku dipersilakan untuk membayar dan pulang kekosan.

Senin, 04 Juli 2011

diam sendiri = berpikir

sering sekali ketika sepi atau dilema aku menjalani begini
duduk sendiri tanpa lawan bicara
di dalam kamar, di depan pintu, di pelataran atau pergi ke suatu tempat sendiri.
disaat itu juga aku merasa melakukan perbincangan hebat dalam fikiran ku
yang terangkum dalam dialog itu sebenarnya adalah perkataan otak dan hati ku sendiri
proses sederhana ini biasanya membuahkan hasil pemikiran baru tanpa campur tangan orang lain
banyak filosofi - filosofi baru yang ku buat dan tidak untuk dipublish
banyak khayalan - khayalan keren yang ku dapat
dan banyak juga perang - perang pemikiran yang ku buat sendiri alurnya
pada saat itu aku menganggap bahwa aku sedang dalam fase pematangan pola pikir ku.

obsesi asal ingat syukur

Jangan membebani hidup dengan target - target
Karena target membuat hidup seperti berlomba
Penuh persiapan, penuh latihan dan penuh strategi
Jika target tercapai mungkin ada kepuasan sementara sebelum menjalani target selanjutnya
Tapi jika target gagal maka hanya menjadi beban fikiran dan beban perasaan kecewa
Alangkah menyenangkannya bila hidup dijalani mengalir apa adanya
Dengan begitu hidup serasa berwisata
Yang ada hanya ketakjuban karena kita mengalami hal yang tak pernah direncanakan
Apabila dengan itu hidup terasa banyak penghalang yang tak terduga
Maka anggap saja kita sedang wisata adventure yang menantang kita tetap survive
*sebenarnya tidak penting harus menjalani hidup dengan target atau mengalir apa adanya, yang terpenting adalah kita menjalani apa yang menjadi kewajiban kita, jangan rakus obsesi sehingga kita lupa bersyukur.

Rabu, 29 Juni 2011

khairizal anwar sedikit menggurui

cinta adalah anugrah yang diberikan oleh Tuhan
dalam cinta yang ada hanya keindahan
jika cinta telah membuatmu murung, kesal, atau sedih
maka hati-hati barang kali itu bukan cinta melainkan hanya sebuah obsesi

*lagi-lagi saya berpesan:
"JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN KATA-KATA SAYA, SEBAB SAYA SENDIRI RAGU"

Sabtu, 25 Juni 2011

jadi dewa bagi diri sendiri

nampaknya banyak diantara kalian bukan saya, yang memburu untuk mendapat simpati dari yang lain
yang sedang putus cinta berkata: "aku sedang sedih atau aku sedang hancur"
yang sedang miskin berkata: "aku lapar, sudah sehari aku tidak makan"
yang terkekang berkata: "aku bosan hidup diatur-atur seperti ini"
kemudian yang sombong berkata: " sini kalian semua biar aku yang bantu"
kalau semua mengharap simpati, lantas siapa yang harus memberi simpati?
apakah menunggu dari orang yang sombong?
mungkin kalian harus tegar sendiri, hadapi segala sesuatunya dengan sebijak dan sedewasa mungkin.
jadikan diri kalian adalah DEWA..