Jumat, 25 November 2011

Anissa Permatasari


                                                                      Prolog>>
            Anissa permatasari, saya hafal nama panjangnya sejak saat dimana dia “datang” menghampiri kehidupan ku. Aku memanggilnya nisha, anak perempuan umur 20an sejak dia datang ke Bandung, kota dimana saya sedang menempuh pendidikan tingkat perguruan tinggi. Disini pula, di Bandung dia menjalankan niat yang sama seperti saya. Sejak setelah 3 tahun setelah saya “menetap” di Bandung, nisha menelepon saya pada suatu malam untuk menanyakan informasi-informasi tentang perguruan tinggi saya, dari situ saya tahu kalau dia ingin melanjutkan S1 di perguruan tinggi yang sama dengan saya, setelah sebelumnya dia menyelesaikan studi D3 nya di perguruan tinggi di Jakarta. Entah darimana dia tahu nomer kontak saya, namun yang jelas nisha perempuan yang sudah saya kenal sebelumnya, karena kami dulunya memang satu sekolah walaupun tak pernah satu kelas, sehingga tak begitu akrab saat itu.
            Sejalan dengan waktu, setelah beberapa bulan nisha “resmi” menetap juga di Bandung seperti saya, akhirnya kami bertemu pada kali pertama di Bandung. Saat itu bulan ramadhan kita buka puasa bersama di tempat makan pinggiran jalan simpang Dago Bandung. Setelah itu banyak lagi pertemuan - pertemuan kita yang terangkum dalam kisah cerita. Akhir cerita, nisha lulus dan diwisuda lebih dahulu dari ku setelah dua tahun hidup dengan “nasib” di kota persinggahan yang sama.

Testimonial>>
            Nisha, dalam “penglihatan ku” merupakan perempuan yang banyak memiliki “warna” kehidupannya sendiri. Perempuan yang bersahaja dalam tingkah pada orang - orang yang menjadi temannya. Perempuan yang mengerti bagaimana cara memperlakukan teman - temannya sehingga nyaman dengannya. Perempuan yang selalu telihat ceria dan memberikan keceriaan bagi orang-orang didekatnya. Perempuan yang sangat perhatian dengan orang-orang yang berada di samping hidupnya. Perempuan sederhana yang berlaku dengan apa adanya tanpa perlu berpura-pura. Hingga aku pun melihatnya sebagai teman yang istimewa.

Anissa, kini kau telah menjelma menjadi perempuan dewasa.
Kemandirian dalam hidup kini telah kau ciptakan sendiri.
Perempuan berjilbab cantik kini telah menemui jalannya sendiri.
Yang setia mendampingi kau kini adalah guru - guru dari ilmu dan pengalaman mu dahulu.
Janganlah semangat mu patah dalam kerasnya renda - renda kehidupan yang kau jalani.
Bila nanti kau berhadapan pada sebuah persimpangan dalam hidup mu, janganlah itu membuat mu ragu, janganlah itu membuat mu takut.
Karena aku mengenal mu sebagai perempuan tegar, jadi ku mohon jangan bersedih.
Sebab, yakinlah bahwa Tuhan selalu ada dimana kau berada.
Kenanglah sejarah-sejarah hidup mu yang dahulu, yang nakal maupun yang santun. Agar kau kenang pula tokoh-tokoh yang ada di dalamnya.
Dan kini ku sertakan nama mu dalam doa, semoga kamu disana baik - baik saja.
Jadilah perempuan besar, bagai ratu adil yang hidup nyaman dalam istana serta dekat dengan rakyat -rakyatnya.

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. terimakasih kawan
    telah bersedia menjadi bagian suka dan duka
    suka dan duka seorang pengembara
    yang luntang lantung di kota tetangga

    ya, paris van java julukannya
    ia memberiku begitu banyak cerita
    begitu juga penghuninya
    namun kini, hanya dapat ku ukir namamu
    di sepenggal kisah perjalananku
    ku biarkan terus
    dan tak kan ku hapus
    ku percayakan waktu yang kan menjaganya
    hingga suatu saat kelak sukses mempertemukan kita

    semangat kawan, perjalanan kita masih panjang
    jadikan dirimu sekuat karang
    tetap kokoh meski ombak terus menerjang

    BalasHapus
  3. aku yakin kamu dapat finish di gerbang kesuksesan
    aku tahu kamu perempuan yang kuat dan penuh semangat
    aku yakin kamu tahu dan mengerti langkah mana yang akan kamu ambil
    dirimu penuh usaha dan doa, hingga tak ada alasan untuk mu tidak sukses
    pesan ku tetaplah pembawaan mu rendah hati dan santun, karena dunia hanyalah jembatan untuk menuju kehidupan dikeabadiaan Illahi.
    semoga kita dapat bertemu di jalan yang sama, di jalan kesuksesan dan dalam aturan iman dan taqwa. amin ya robbalallamin.

    BalasHapus